SNOW

sahabat dan cinta




Tak seharusnya aku merasakan perasaan ini. Aku takut kalau suatu saat nanti, aku kehilangan seseorang yang aku cari selama ini. Tanggal 22 SePteMbeR, seseorang yang tak aku sangka mengungkapkan perasaannya kt aku. Dia adalah sahabat aku sendiri. Tak ku sangka, dia mengatakan kalau dia sangat sayang dengan aku. Aku bingung, apa yang harus aku katakan. Dan aku pun bertanya "Sejak bila kamu suka dengan aku?". Dia menjawab, "Saat kamu  sedih dengan perbuatan kawan kamu itu". Di saat itulah, aku mulai merasakan sayang dengan kamu. Tapi aku takut tuk mengungkapkan, karena saat itu kita sudah ada yang memiliki. Dan sekarang kamu sudah tidak ada yang memiliki. Aku berani mengungkapi perasaan ini."
Aku pun berkata, "Tapi kamu adalah teman aku". Dia memberitahu,"Aku tau, tapi kawan  kamu sudah memiliki seseorang di hatinya". Aku terkejut mendengar perkatanya. Tak kusangka, secepat itu kawanku melupakan aku. "Apa jawabanmu?", kata dia. "Sejujurnya aku juga sayang dengan kamu. Entah kenapa perasaan itu tiba-tiba muncul, saat kau mengungkapkan perasaanmu. Aku tau,tak seharusnya ini terjadi. Tapi kita akan cuba menyintai satu dengan lain". Dengan hati yang berbunga-bunga, "Thank's beb..". Itu sebutan panggilannya dia ke aku.
Waktu terus berputar. Cubaan yang kita lalui begitu besar. Hingga suatu saat, ada seseorang yang memfitnah dia hingga orang tua aku tak menyukai dia. Akhirnya dia memutuskan hubungannya denganku. Dia tak ingin, aku tak menuruti perkataan orang tuaku.
Dan sekarangpun, dia adalah seseorang yang bererti buat aku. Walaupun cuma 1 minggu kita lalui hari-hari yang indah. Tapi itu anugerah terindah buat aku. Aku tak boleh lupakan die buat selamanye. Aku tau, ini memang aneh, Tapi di saat aku dekat dengan dia, aku merasakan nyaman sangant. Aku yakin, walapun kita jauh kamu pasti ada merindui aku.



Jika saja kehadiran cinta sekedar untuk mengecewakan, lebih baik cinta itu tak pernah hadir.

No comments:

Post a Comment