SNOW

Layang-Layang

Sebuah layang-layang kecil tampak berputar-putar, berusaha mendapatkan angin untuk bisa naik ke atas. “Aku ingin seperti beberapa layang-layang besar itu yang sudah terbang di angkasa dengan indahnya.” Batin si layang-layang kecil.

Beberapa kali layang-layang itu terhempas dan jatuh ke tanah, tapi ia bangkit lagi dan sedapat mungkin memanfaatkan angin yang datang. Lambat laun, layang-layang kecil mulai naik. Semakin lama semakin tinggi dan dikagumi orang. Sekarang ia bisa menyamai layang-layang besar yang melayang indah. Semakin tinggi, layang-layang kecil semakin menunjukkan kepiawaiannya di dalam memanfaatkan angin. Ia bermain-main di atas angin, sebentar-sebentar menukik seperti burung dan segera naik lagi.

Layang-layang kecil tampak begitu asyik dan membuat gerakan-gerakan memukau, sementara layang-layang besar tampak tenang menikmati angin. “Kini aku bisa menyamai layang-layang besar, bahkan aku lebih hebat daripada mereka.” Ujar layang-layang kecil dalam hati. Belum merasa puas dengan ketinggian yang telah dicapainya, layang-layang kecil mulai terbang mendekati kumpulan layang-layang besar, lalu dengan rangka kecilnya, ia menusuk satu per satu layang-layang besar.



Dengan sayap yang robek, kini para layang-layang besar tidak mampu lagi terbang dengan sempurna. Mereka bertahan dengan susah payah, sementara si layang-layang kecil semakin naik dengan angkuhnya. Layang-layang kecil melenggok-lenggok di angkasa, tiba-tiba angin selatan yang sangat kencang menerpanya. Layang-layang kecil putus, ia terbang tanpa ara
h dan akhirnya jatuh tersangkut di atas pohon dengan sayap terkocak.


Kisah layang-layang di atas mengingatkan kita bahwa kesombongan akan berakhir dengan kehancuran. Berhati-hatilah ketika Tuhan mulai mengangkat dan mempercayakan sesuatu kepadamu. Jangan menjadi tinggi hati, merasa paling penting, bisa berbuat semena-mena terhadap orang lain dan memandang rendah sesama. Ketahuilah bahwa dalam sekejap Tuhan bisa mengambil semua yang Ia berikan, jika kamu menjadi orang yang lupa diri. Tak jarang ada orang yang ketika berada di atas, menjadi besar kepala sehingga ia mulai ‘menginjak’ orang-orang yang ada di bawahnya.

Jika saja kehadiran cinta sekedar untuk mengecewakan, lebih baik cinta itu tak pernah hadir.

No comments:

Post a Comment